Minggu, 08 Maret 2015

Sosialita Cilik

          Selesai pelajaran  jam terakhir, anak – anak alam ini bergegas untuk mengambil air wudhu secara bergiliran, kemudian membaca doa selesai berwudu dihadapan para guru. Yap pembiasaan lain dari sekolah alam ini adalah dengan membiasakan anak untuk mengedepankan masalah ibadah dengan menjalankan kewajiban 5 waktunya disekolah secara berjamaah. Meskipun sekolah ini tidak berlabel Islam tetapi dalam masalah akhlaq dan pembiasaan lainnya berlandaskan nilai-nilai yang diajarkan oleh Islam.
          Setelah menunaikan solat, kemudian anak-anak makan siang bersama dengan membentuk lingkaran besar, makan tidak akan dimulai jika ada anak yang belum siap untuk makan dan masih jalan sana sini. Setelah lengkap lalu anak – anak membaca doa makan dengan dipimpin salah seorang anak yang memang kelasnya menjadi giliran dipakai untuk kegiatan makan siang. Setelah makan melakukan kegiatan akhir yaitu piket kelas dan kamar mandi sesuai dengan jadwal bergilir tiap kelas sambil menunggu bel pulang berbunyi.
         
Setuju bahwa anak alam itu unik, bahkan mungkin kita tidak akan bisa menemukan keunikan mereka disekolah yang lain. Tapi disekolah ini tingkah mereka membuat saya bisa tertawa geli. Entah para orang tua mereka menyadari keunikan mereka atau tidak dalam kesehariannya.
Seperti biasanya setelah kegiatan mereka selesai, waktu mereka dipakai untuk bermain sambil menunggu para orang tuanya menjemput. Saya mengamati tingkah para perempuan kecil ini didalam kelas. “nanti kamu tidur dilantai 1, kamu di lantai 2, dan kamu dilantai 6 ya?”, “gimana sih kamu.. kan sudah kaka bilangin tidak seperti itu”,  sahut salah satu anak perempuan yang dipanggilnya sebagai kakak, sedangkan pengikutnya dipanggil dengan sebutan adik 1, 2, 3, dan seterusnya. Sebagai pengamat saya mengikuti setiap dialog mereka, sambil berfikir mungkin main kaka kakaan atau main ibu ibuan seperti yang pernah saya lakukan pula saat masih kecil. Lucu saja dengan tingkah mereka yang membuat senyum-senyum sendiri, salah satu anak perempuan yang dituakan dan semoga saja tidak jadi dewasa sebelum waktunya tiba. Ada beberapa anak yang memang agak centil dengan gaya seperti orang dewasa, lebih tepat seperti para ibu ibu sosialita dengan gaya hembringnya berkumpul dalam satu komunitas dan berbicara layaknya orang dewasa, mengatur ini itu, membawa handphone model terbaru padahal handphone plastik yang bisa berbunyi yang biasa sering ditemukan di abang-abang mainan yang terjaja dipinggir jalan. Memakai gelang gelang beronce manik imut, sepatu, dan gaya busana.

Para ibu kecil ini biasa berkumpul dengan komunitas sosialitanya dibawah pohon ceri depan kelas atau didalam kelas. Bahkan mereka sudah bisa menilai lawan jenisnya, mana yang paling ganteng dan tidak, “masya allah.. kecil – kecil sudah kenal cowo”.. kadang disini saya merasa sedih J. *waalahu ‘alam bishawwab*

Menariknya Anak Alam

Tidur sehabis subuh diweekend ini kerap saya lakukan, padahal saya ditugaskan untuk menilai penampilan anak – anak SM (sebutan untuk tingkat SMP disekolah alam)  saat aksi di CFD (Car Free Day) yang ternyata bertepatan pula dengan ultahnya kota Bekasi. Benar saja saya pun kesiangan, belum mandi pula (padahal yang namanya olahraga tidak mandi juga tidak apa ^^). Dengan menggowes sepeda usang milik ibu saya meluncur ke TKP, cerahnya pagi ini membuat sekujur tubuh bermandikan keringat. Kebetulan lokasi CFD dengan rumah tidak begitu jauh saya berfikir untuk menggunakan sepeda dibanding motor, ya hitung-hitung sambil olah raga.
Sampai lokasi sudah penuh sekali dengan manusia, menaiki jembatan akhirnya harus menuntun sepeda dengan berdesakan berbagai orang. Tengok kiri kanan tak mendapati anak-anak itu, “mereka tampil disebelah mana” dalam hati. Ada keinginan jika tidak ketemu juga saya akan pulang dikarenakan cuaca pun sudah tidak bersabat pagi ini, mendung tebal menghiasi langit kota Bekasi. Dari ujung ketemu ujung saya pun berbalik arah, saya pikir saya tidak menemukan mereka, namun setelah berbalik saya melihat salah satu anak kemudian saya menghampiri mereka meskipun itu sudahlah telat.
Hujan mulai turun saat mereka menutup performs. Ingin berteduh tetapi “masa anak alam takut hujan”, akhirnya kami sudahi acara dan bergegas pulang. Saya kembali mengayuh sepeda usan ini bersam hujan yang cukup deras bersama anak-anak alam yang luar biasa ini. Menaiki jembatan terlihat banyak sampah botol air mineral yang berserakan ditinggal pemiliknya yang tidak peduli akan pentingnya kebersihan lingkungan. Saya sendiri tidak sadarkan hal itu sampai “eh ada duit tuh” sahut anak-anak alam ini bersahutan secara bergantian saat mereka menemukan botol plastik berserakan diatas jembatan. Saya pikir mereka benar-benar menemukan uang, jd saya cuek aja sambil terus jalan, tetapi saya salah mengerti akan maksud mereka. Pemandangan lain yang baru saya lihat hari ini, mereka berkejaran sambil berlarian memunguti botol-botol plastik yang mereka sebut dengan uang tadi, padahal banyak sekali orang disitu tetapi sungguh luar biasa, mereka tidak segan untuk mengambil botol-botol itu. Saya saja mungkin segan untuk memungutnya, tetapi melihat mereka rasa itu hilang saat saya juga ikut memungut uang-uang tersebut meskipun hanya 2 botol saja. Kesadaran akan lingkungan yang ditanamkan sejak dini, bisa dibayangkan jika semua orang meiliki kesadaran seperti mereka. *wallahu ‘alam bishawwab*

Boboiboy The Class

Liburan semester telah usai, anak anak sekolah alam jingga pun kembali pada alam mereka. Alam tempatnya belajar dan bersosialisasi/bermain. Kurang nikmat rasanya jika masuk dihari pertama tidak bercerita pengalaman liburan masing masing anak.
          Pagi itu suasana begitu sejuk karena telah memasuki musim penghujan. Dihari pertama masuk sekolah nampak begitu sunyi, masih sepi karena sebagian anak masih ada yang belum datang, raut wajah mungil anak-anak itu terlihat agak asing setelah libur yang begitu lama. Memasuki kelas yang telah lama tidak terinjak, isinya baru 3  orang makhluk mungil saja yang sedang asik bermain menunggu waktu masuk tiba. Ada yang tidak biasa dari gaya celoteh mereka, seperti berlogat melayu. Dan tiba – tiba “kekuatan halilintar.. hyaaattt” salah satu anak mulai memperagakan jurusnya untuk menaklukkan musuh dihadapannya, kemudian disusul dengan beberapa atraksi superhero dari anak yang lain. Saya yang kebetulan sedang membersihkan kelas agak kewalahan dengan atraksi atraksi yang mereka lakukan, lari sana sini, begitu mengerikan jikalau atraksi itu mereka lakukan nyata seperti aslinya sehingga dapat menimbulkan cidera fisik. Sesekali mendengar  celoteh – celoteh melayu ala mulut kacil mereka membuat tertawa geli sendiri. Sambil duduk saya hanya mendengarkan obrolan anak-anak ini tentang film boboiboy, upin ipin, sopo jarwo dan “pada zaman dahulu” (dongeng si kancil). Mendengar mereka bercerita saja sudah membuat saya tertawa geli, bagaimana tidak, melihat gaya bicara yang melayu dengan mimik yang menggambarkan apa yang diceritakan di film tersebut saja sudah lucu.

          Namun yang lebih terlihat seru dari cerita mereka adalah mengenai tayangan film boboiboy. Saya hanya mendengarkan dan sesekali mengobrol mengenai film yang mereka sukai, sehingga kita bisa tahu apa yang mereka biasa tonton saat dirumah, meskipun saya sendiri terkadang jarang sekali menonton tv J. Film boboiboy  adalah sebuah serial animasi Malaysia yang diproduksi oleh Animonsta Studios. Serial animasi ini menceritakan tentang seorang anak yang memiliki kekuatan luar biasa untuk menghadapi makhluk asing yang ingin menyerang bumi. Bersama dengan ketiga temannya Ying, Yaya dan Gopal, boboiboy berusaha menghalangi alien berkepala kotak bernama Adu Du yang berwarna hijau yang menginginkan biji coklat agar bisa menaklukkan bumi, boboiboy sendiri bisa membelah diri menjadi tiga dan masing-masing meiliki kekuatan elemen bumi yakin tanah, api, petir dan angin. Sejak kemunculannya di layar tv indonesia menjadi pegaruh yang luar biasa bagi anak anak yang menontonnya, karena film kartun itu sangat identik dengan anak-anak. Bisa jadi bukan lagi identik tetapi sudah menjadi ruh dan tontonan anak-anak yang relatif aman dibanding tontonan sinetron yang makin ngaco jika ratingnya tinggi. Namun meskipun aman setidaknya para orang tua juga harus cukup jeli dengan kegiatan menonton anak saat dirumah karena tidak semua kartun memiliki nilai moral yang bagus untuk mereka tiru. Dan jangan biarkan si anak menonton tayangan yang bukan untuk seusianya. Seorang pendidik harus bayak tahu dibanding muridnya dalam segala hal, salah satunya adalah teknologi. *wallahu’alam bishawaab*

Kamis, 05 Maret 2015

DUDUKLAH....

Menapaki setiap rutinitas disekolah alam ini sungguh luar biasa, dimulai dari kegiatan harian yang kita lakukan bersama yang menjadi sebuah pembiasaan etika yang ditanamkan sejak dini untuk membangun karakter di abad yang akan datang. Mengawali langkah menjadi seorang guru yang tidak biasa, saya mulai merasakan hal – hal positif dalam komunitas ini, salah satunya adalah dalam pembiasaan yang dilakukan tersebut.
Di sekolah alam ini peserta didik diajarkan kemandirian, sehabis makan snack mereka melakukan pembiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya, sehabis makan mereka mencuci perlengkapan makannya sendiri, merawat kebersihan lingkungan dan ketika sedang makan/minum mereka dibiasakan untuk duduk, meskipun seringkali masih ada yang makan sambil  jalan kesana kemari dan minum sambil berdiri.
Ternyata efek dari pembiasaan yang diterapkan dalam sekolah ini kemudian menularkan pengaruhnya terhadap pribadi saya sendiri yang tanpa sadar saya pun melakukan perubahan tersebut.  Suatu ketika saat sedang hangout bersama teman disalah satu mall, kami memasuki sebuah supermarket di dalamnya. Berjalan menyusur tiap sekat yang banyak dipenuhi oleh berbagai macam barang, memilah milah barang yang akan kami beli, dan selanjutnya melakukan transaksi pembayaran terakhir, kami pun berjalan keluar melalui pintu kasir. Saat sedang berjalan disisi dalam mall salah satu teman mengeluarkan botol air mineralnya dan meminumnya beberapa teguk sambil berdiri, setelah dirasa hilang dahaganya ia kembali memasukkan botol tersebut kedalam tasnya,  saya yang kebetulan melihat dengan spontan pun berucap “kalau minum itu duduk” sambil menepuk pundaknya. Teman saya pun kemudian berkata “subhanallah mba, maaf ya... aq belum bisa kaya kamu,, tau sendiri aq kaya bagaimana kelakuannya... jadi malu”. Saya Cuma cengar cengir aja, sedangkan dalam hati sendiri pun berkata “kok saya bisa bicara seperti itu”.  
Rosulullah SAW pun mengajarkan demikian, karena Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia baik saat mulai bangun tidur maupun ketika akan tidur, salah satunya etika ketika makan dan minum. Dimulai dengan mencuci tangan, makan dan minum dilakukan dalam keadaan duduk (meskipun minum diperbolehkan dalam keadaan berdiri tetapi alangkah baiknya jika dilakukan dalam keadaan duduk),  kemudian membaca doa, makan/minum memakai tangan kanan dan diakhiri dengan mengucap alhamdulillah.  *Wallahu’alam Bishawab*



Kamis, 19 Februari 2015

BUNTUT EKOR


Menjadi seorang pengajar merupakan pengalaman yang baru bagi saya. Tidak hanya mengenal kebiasaan tetapi juga mengenal karakter anak yang masing-masing memiliki perbedaan. Karena setiap manusia itu berkebutuhan khusus sehingga memiliki keunikannya masing-masing.
Seperti biasa rutinitas harian disekolah saat bel masuk berbunyi, sebelum memulai pelajaran anak-anak melakukan morning circle dengan bertanya kabar hari ini, membaca Iqra/Qur’an, dan hafalan. Setiap kelas dihuni siswa dengan jumlah yang berbeda. Dan kelas ini dihuni dengan jumlah 7 orang siswa, 6 laki-laki dan 1 orang perempuan. Mungkin sudah bisa diterka bagaimana kondisinya dengan jumlah yang tidak imbang ini, 6 laki-laki dan seorang perempuan. Yap... sudah pasti salah satunya akan kalah, atau malah bisa menjadi dominan mengikuti karakter yang mayoritas mengikuti kebiasaan bermain anak laki-laki.
Kebetulan pelajaran hari ini adalah mengenai makhluk hidup, “siapa yang tau yang termasuk kedalam makhluk hidup...?!”. “sayaaa!!!!...” dengan serempak tidak mau ada yang mengalah.  “ayam..., kucing...., kambing...., hmmmm...” ujar anak-anak saling bersahutan menginginkan jawabannya adalah yang benar.  “dan siapa yang tau, kira kira makhluk hidup itu makannya apa yaa??” lalu cara berkembang biaknya seperti apa”.. tanya saya. Jawaban mereka pun berbeda beda, dan saya tidak menemukan manusia dan tumbuhan dalam nama makhluk hidup dalam jawaban mereka, padahal manusia dan tumbuhan juga merupakan bagian makhluk hidup.
Merasa puas dengan jawaban-jawaban yang telah mereka lontarkan, saya kemudian membuka video tentang makhluk hidup. Rasa ingin tahu yang besar dari anak-anak ini, sampai ketika saya membuaka laptop pun mereka memperhatikan dan tak henti bertanya, apapun yang saya bawa dan baca jika menurut mereka menarik mata, mereka akan tertari dan pertanyaannya pun sama semua “kita mau ngapain bu?, itu apa sih bu, ibu gambar apa..??”. “ hari ini kita mau nonton..” jawab saya. “yeeesss... kita nonton...” ujar mereka yang tidak tahu akan menonton apa. Bisa saja dipikiran mereka kita akan nonton film. Dan benar saat saya bertanya “kalian tau apa yang ingin kita lihat?”.., “fiillmm..”. tak tega rasanya melihat muka senang mereka berganti desahan dan gumaman apalagi rengekan request nonton ini itu.. saat saya mulai memutar video. Terkaan saya ternyata salah, mereka menyukainya karena membuat pikiran mereka flashback saat melakukan outing ke Ragunan, karena banyak objek binatang yang mereka lihat.
Setelah nonton selesai, seperti biasanya saya kasih lembar kerja yang berkaitan dengan materi hari ini. Ada salah satu anak, ia bernama Bintang, ia suka sekali bertanya yang ia tidak tahu, tetapi pertanyaannya seringkali tidak saya pikirkan sebelumnya.  Ia bertanya dengan pertanyaan yang menurut saya mudah tetapi saya tidak bisa menjawabnya. “ibu, kenapa kucing sama anjing punya buntut?? Fungsinya apa? Kan mereka juga melahirkan, kok manusia enggak bu..?? sambil terbata saya mncoba menerangkan pertanyaan yang diajukan, meskipun dalam hati sedikit takut salah. Mugkin kalian tahu kenapa? Baik,, kita akan membahasnya bersama.
Berkaitan dengan pertanyaan diatas tak lepas dari pelajaran sains. Setiap hewan mamalia yang memiliki ekor itu memiliki beberapa fungsi, dan tidak semua hewan mamalia itu memiliki ekor.  Ekor pada hewan memiliki beberapa fungsi pada kelompoknya. Kucing memiliki ekor sebagai alat untuk menjaga keseimbangan dan membantu pergerakan badannya saat berada ditempat-tempat tertentu seperti berjalan di atap atau di pohon. Sedangkan anjing memiliki ekor sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan, jika si anjing sedang senang maka seekor anjing akan mengoyang – goyangkan ekornya, dan menurunknnya ketika ia merasa sedang sedih.
Lalu kenapa manusia tidak punya ekor?  Karena semua hal yang ada pada makhluk hidup pastinya diciptakan Allah memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Dan bahkan, perlu kita sadari bahwa segala hal ciptaanNya adalah sangat indah dan sempurna. Manusia merupakah makhluk yang memiliki derajat paling tinggi di bumi ini, selain itu manusia juga adalah makhluk yang sempurna. Jadi dengan keistimewaan yang dimilikinya  yaitu pancra indra yang lengkap serta akal,  dapat  menggantikan fungsi-fungsi yang tidak dimiliki oleh hewan lainnya.

Semua yang Allah ciptakan dimuka bumi ini adalah sumber dari lmu pengetahuan. Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban.... (“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”)  dari ilmuNya  yang maha luas.  Tugas kita adalah menggali dari ilmu yang telah disediakan oleh Allah dan meneruskannya menjadi amal yang bermanfaat untuk orang lain atau anak didik kita.

Minggu, 15 Juni 2014

BALADA JATUH BANGUN

“Jangan takut melakukan kesalahan, yang penting LURUSKAN NIAT dan PERBAIKI” kata-kata inilah yang bisa memotivasi  para sahabat yang ingin memulai mimpinya membangun sebuah usaha, baik itu kuliner, fashion, dll, niatkan dan terus belajar untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan menjadi lebih baik dan baik lagi.
            Seperti halnya seorang pengusaha setingkat Rangga Umara yang sukses memiliki usaha pecel lele LELAnya, ia pun pernah juga merasakan bagaimana  jatuh bangun dalam merintis usahanya itu. Ia berani keluar dari tempatnya bekerja untuk memulai mimpi membangun sebuah usaha kuliner meskipun pada awalnya tidaklah mudah, ia mengalami banyak sekali kesulitan  ketika usahanya baru dirintis mulai dari harga sewa warung yang tadinya hanya 1jt kemudian naik menjadi berlipat-lipat, karena terlalu sibuk mengurus usahanya ia pun di katakan cuek dan sombong terhadap pemilik warung tidak lg bertegur sapa bahkan share seputar aktifitasnya, anak istri pun tidak pula terurus. Setiap hari sibuk mengurus warung pagi sampai malam pun diwarung tidak ada waktu untuk keluarga dan para tetangganya, padahal dalam bisnis kita tidak bisa bekerja seorang diri, tetapi butuh orang lain untuk membantu.
            Ketidak nyamanan dari orang-orang sekitar terhadap dirinya  membuatnya berfikir  dan belajar satu hal yaitu komunikasi, karena dalam setiap hubungan tidak hanya cukup saling memahami tetapi juga sebisa mungkin untuk menghindari salah dalam memahami atau salah paham, karena terkadang kita selalu ingin dimengerti, bahkan merasa seseorang sudah mengerti kita, padahal belum tentu seperti itu nyatanya  jika tidak ada komunikasi. Jika salah paham itu sudah terjadi maka burulah perbaiki silaturahmi yang sejak awal telah terjalin meskipun keadaannya telah berbeda tidak seramah dahulu.
            Terkadang situasi yang seperti itu bisa membuat kita pasrah dan bahkan tidak bersemangat untuk kembali bekerja kembali, namun tidak bagi Rangga ia terus mengembangkan bisnisnya itu, meskipun banyak sekali penolakan disana sini dan akhirnya kembali lagi ke warung yang semula. Ia pun dulu belum mengerti bagaimana memanajemen bisnisnya itu dengan baik, yang ada hanyalah system manajemen cap laci, kalo butuh apa-apa ambilnya ya di laci, sehingga tanpa sadar pun tagihan membengkak, pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan. Buat kebutuhan keluarga, membayar tagihan ini itu pun tak ada sepeser pun.
            Kemudian ia pun mulai belajar dari kegagalan-kegagalan sebelumnya itu, memulai memperbaiki dari awal bisnisnya dengan manajemen yang baik, ia pun memulainya dengan  mencari informasi melalui berbagai buku mengenai seluk beluk usaha rumah makan, termasuk hitung-hitungan bisnisnya, lalu ia membuat proposal bisnisnya, dan mencari patner untuk di ajak bekerja sama/investor membangun bisnis rumah makannya, inilah yang bisa menjadi 3 kunci utama dalam membangun sebuah usaha  melalui tahapan-tahapan manajemen yang baik.

*tulisan ini saya kutip dari penggalan buku THE MAGIC OF DREAM BOOK karya Rangga Umara (tukang pecel lele LELA) pada saat mengikuti kegiatan di Sekolah Alam Jingga.
Semoga bermanfaat…!! ^^


            

Sabtu, 14 Juni 2014

A MAN WHO WAS SUPERMAN



Film ini  bercerita tentang seorang pria yang merasa dirinya superman dan berkeliaran di tengah kota untuk membantu siapapun yang membutuhkan bantuannya. Membantu menyeberangkan para manula, mengejar pencopet, sampai menghibur anak-anak kecil dengan cerita supermannya semua dia lakukan tanpa pamrih. Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya atau tinggal dimana dia selama ini, atau mudahnya, tidak ada yang benar-benar menganggapnya ada. Ia selalu merasa bahwa menolong orang lain sudah menjadi kewajibannya, walauun tanpa kekuatan super ia tidak segan-segan mengorbankan dirinya untuk menolong orang lain yang berada dalam kesulitan.
Hingga suatu saat seorang wanita reporter berita tertarik dan memutuskan untuk meliputnya. Reporter berita wanita ini tertarik kepada si superman semenjak adanya sebuah  kejadian, ketika sang reporter ini tersadar setelah sempat tertidur di subway, dia mendapati tasnya dicuri dan melihat sang pencuri dari kejauhan. Saat mengejar si pencopet dia hampir tertabrak sebuah truk, namun sang superman berhasil menyelamatkannya beserta tas yang sempat dicuri orang. Sang Superman masih mengejar si pencopet tas hingga berhasil mendapatkannya. Sejak saat itu si reporter wanita tersebut mulai melihat  dan memutuskan untuk meliputnya.

Meliput keseharian orang yang tidak waras berarti juga harus mengikuti permainannya. Sang reporter beserta crew mau tidak mau berpura-pura untuk mempercayai superman gadungan ini tentang identitas supermannya, mengapa dia tidak lagi memiliki kekuatan supernya, dan kenapa dia masih saja tetap berusaha membantu orang yang membutuhkan meskipun dia sudah tidak lagi memiliki kekuatan super. Dan superman menganggap reporter ini sebagai teman superhero yang membantu memfilmkan kegiatan heroiknya agar dunia tahu.

Mengikuti dan merekam tiap kelakuannya, membuat si reporter wanita tertarik lebih dalam tehadap kehidupan pribadi sang superman. Siapa dia sebenarnya, apa latar belakangnya, mengapa dia merasa dirinya superman, lebih jauh lagi, apa yang menyebabkannya menjadi seperti ini. Kemudian si reporter mulai simpati akan kebaikan dan ketulusan superman, dan perlahan-lahan semua mengenai manusia super  ini mulai terkuak.

Si superman ternyata pernah menjalani perawatan disebuah rumah sakit jiwa, dan setelah diselidiki awal mengapa ia  menjadi seperti itu karena traumanya tentang peristiwa dimasa lalunya.  Dulu ia memiliki istri dan seorang anak perempuan, mereka hidup dengan bahagia  dan berencana akan pergi kesuatu tempat bersama. Dalam perjalanan, mobil mereka menabrak sebuah truk dan terbalik. Sang ayah (superman) berhasil selamat sementara istri sudah tidak bernyawa lagi dan sang anak dalam kondisi yang sekarat trejebk didalam mobil dan tidak bisa keluar. Sementara itu warga yang melihat tidak satupun yang mau menolong mereka, hanya dibiarkan tergeletak tak berdaya di jalan. Sambil merintih anak itu berkata kepada sang ayah, “ Ayah akan menjadi superman kan? Lalu menolongku? Ayah janji akan menyelamatkanku kan jika aku hitung sampai 100? Sang Ayah menjawab “ tenang saja anakku, ayahmu ini adalah Superman dan ayah akan menyelamatkanmu sebelum hitungan ke 100”. Sementara si anak mulai menghitung, si Ayah mencari bantuan warga yang melihatnya, dan disaat itu tiba-tiba mobil meledak dan sang Ayah tidak dapat menelamatkan keluarga yang dicintainya.

Rasa penyesalan dan bersalahnya karena tidak berhasil
menyelamatkan keluarganya sehingga menjadikan dirinya sebagai Superman. Namun tidak hanya itu kecelakaan  dimasa kecilnya yang pernah tertembak dibagian kepalanya mebuat Superman  mengalami  epilepsi dan bisa bertahan selama 27 tahun.  Setelah ia sembuh dan bisa meningat kembali, superman nampak tidak lagi ceria seperti dulu, tidak lagi bisa menolong orang-orang yang kesulitan. Sampai suatu peristiwa kebakaran ledakan pipa gas bawah tanah, ia tergerak untuk menyelmatkan seorang anak yang masih terjebak dalam sebuah rumah, tak ada yang bisa untuk menolongnya, namun jiwa Superman sebagai penolong masih ada, ia pun nekat menolong si anak agar bisa selamat tanpa memikirkan keadan dirinya sendiri dengan halusinansinya sebagai super hero ia berhasil menyelamatkan si anak, namun Superman tak lagi bisa selamanya menjadi super hero yang bisa membantu siapa pun yang kesulitan, ia tewas dalam kejadian tersebut.

Sinopsis  ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas dalam kegiatan di sekolah alam jingga. Semoga bermanfaat.. ^^